Selasa, 07 Februari 2012

Faktor penyesuian diri


FAKTOR PENYESUIAN DIRI
Zakiah Drajat (1985: 24-27) mengemukakan factor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri seseorang sebagi berikut :
a.       Frustasi (Tekanan Perasaan)
Frustasi ialah suatu proses yang menyebabkan orang merasa akan adanya hambatan terhadap terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan, atau menyangka bahwa akan terjadi sesuatu hal yang menghalangi keinginannya.
Pada dasarnya setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan untuk segera dipenuhi, namun ada kalanya kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi karena adanya halangan tertentu. Orang yang sehat mentalnya akan dapat menunda pemuasan kebutuhannya untuk sementara atau ia dapat menerima frustasi itu untuk sementara sambil menunggu adanya kesempatan yang memungkinkan mencapai keinginannya itu. Tetapi jika orang itu tidak mampu menghadapi frustasi dengan cara yang wajar maka ia akan berusaha mengatasinya dengan cara-cara yang lain tanpa mengindahkan orang dan keadaan sekitarnya atau ia akan berusaha mencari kepuasan dalam khayalan. Apabila rasa tertekan itu sangat berat sehingga tidak dapat diatasinya mungkin akan mengakibatkan gangguan psikologis pada orang tersebut. Keadaan demikian apabila yang bersangkutan memandang faktor ini sebagai sesuatu yang biasa tanpa beban maka frustasi itu tidak terlalu dipandang sebagai sesuatu yang menghambat penyesuaian diri seseorang terhadap keadaan sekitarnya.
b.      Konflik (Pertentangan Batin)
Konflik jiwa atau pertentangan batin adalah terdapatnya dua macam dorongan atau lebih yang berlawanan dan tidak mungkin dipenuhi dalam waktu yang bersamaan. Konflik dapat terjadi karena dua hal yang sama-sama diinginkan tetapi antara keduanya tidak mungkin dicapai secara bersamaan, selain itu konflik juga terjadi karena dua hal yang pertama diinginkan sedangkan yang kedua tidak disenanginya dan dapat pula terjadi terhadap dua hal yang sama-sama tidak diinginkannya. Keadaan-keadaan seperti ini sangat mempengaruhi penyesuaian diri seseorang karena seseorang dihadapkan pada suatu pilihan yang menyebabkan perasannya selalu terombang-ambing.
c.       Kecemasan
Kecemasan merupakan perwujudan dari berbagai proses emosi yang bercampur baur pada saat orang mengalami tekanan perasaan dan pertentangan batin.
Rasa cemas dapat timbul karena menyadari akan bahaya yang dapat mengancam dirinya. Cemas dapat juga berupa penyakit yang terlihat dalam beberapa bentuk seperti cemas dalam bentuk takut akan benda-benda seperti darah, orang ramai dan lain-lain. Selain itu, cemas dapat juga timbul karena perasaan berdosa atau bersalah karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hati nurani.
Penyesuaian diri terdiri dari dua aspek yaitu penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial, namun Hurlock tidak membedakan secara tegas ciri-ciri penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial yang baik.  Menurut Hurlock, ciri-ciri orang yeng berpenyesuaian baik adalah:
1.      Mampu bersedia menerima tanggung jawab yang sesuai dengan usia.
2.      Berpartisipasi dengan gembira dalam kegiatan yang sesuai untuk tiap tingkat usia dan kemampuan yang dimilikinya, misal kegiatan olah raga, pramuka, PMR dan lain-lain.
3.      Bersedia menerima tanggung jawab yang berhubungan dengan peran mereka dalam hidup, mengadakan komunikasi dengan lingkungan.
4.      Segera menangani masalah yang menuntut penyelesaian masalah, misalnya konflik dalam pribadi.
5.      Senang memecahkan dan mengatasi berbagai hambatan yang mengancam kebahagiaan. Misalnya mengadakan pergaulan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler.
6.      Mengambil keputusan dengan senang tanpa konflik dan tanpa banyak menerima nasehat. Artinya segala sesuatu yang diputuskan itu benr tanpa mendapat bantuan dari orang lain.
7.      Belajar dari kegagalan dan tidak mencari-cari alasan untuk menjelaskan kegagalan. Anak mampu menilai dari kegagalan untuk dijadikan dasar mengadakan perubahan dalam tindakan berikutnya.
8.      Dapat mengatakan “tidak” dalam situasi yang membahayakan kepentingan sendiri. Hal ini biasanya diucapkan atau dilakukan anak dalam kelompok mereka.
9.      Dapat mengatakan “ya” dalam situasi yang pada akhirnya akan menguntungkan. Pernyataan ini juga dapat dilakukan oleh anak-anak dalam kelompok tertentu.
10.  Dapat menunjukkan kasih sayang secara langsung dengan cara dan takaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
11.  Dapat menahan sakit dan frustasi, emosional bila perlu. Pernyataan-pernyataan ini biasanya dilakukan oleh anak dalam pembelaan terhadap kelompoknya maupun pembelaan terhadap pribadi.
12.  Dapat berkompromi bila menghadapi kesulitan. Hal ini menunjukkan anak ada kemampuan untuk menyesuaian diri dalam lingkungannya.
13.  Dapat memusatkan energi pada tujuan yang penting artinya anak lebih  ,elakukan kegiatan-kegiatan yang positif.
14.  Menerima kenyataan bahwa hidup adalah perjuangan yang tak kunjung  terakhir. Ini menuntut anak untuk selalu mengadakan penyesuaian diri sesuai dengan perkembangan dan kemajuan jaman.

CIRI PENYESUAIN DIRI


CIRI - CIRI PENYEUSIAN DIRI
Menurut Sunarto dan Hartono (2005;224) tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan-rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin di luar dirinya. Dalam hubungannya dengan rintangan-rintangan tersebut ada individu-individu yang dapat melakukan penyesuaian diri secara positif, namun ada pula individu-individu yang melakukan penyesuaian diri yang salah. Berikut ini akan ditinjau ciri-ciri penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian diri yang salah.
1.         Penyesuaian Diri Secara Positif
Mereka tergolong mampu melakukan penyesuaian diri secara positif ditandai hal-hal sebagai berikut a.Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional b.Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis c.Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi d.Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri e.Mampu dalam belajar f.Menghargai pengalaman dan g.Bersikap realistik dan objektif
Dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, individu akan melakukannya dalam berbagai bentuk, antara lain
a)      Penyesuaian dengan menghadapi masalah secara langsung
Individu secara langsung menghadapi masalah dengan segala akibatnya. Misalnya seorang siswa yang terlambat dalam menyerahkan tugas karena sakit, maka ia menghadapinya secara langsung, ia mengemukakan segala masalahnya kepada guru.
b)      Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi (penjelajahan)
Individu mencari bahan pengalaman untuk dapat menghadapi dan memecahkan masalahnya. Misal seorang siswa yang merasa kurang mampu dalam mengerjakan tugas, ia akan mencari bahan dalam upaya menyelesaikan tugas tersebut, dengan membaca buku, konsultasi, diskusi, dan sebagainya.
c)      Penyesuaian dengan trial and error atau coba-coba
Individu melakukan suatu tindakan coba-coba, jika menguntungkan diteruskan dan jika gagal tidak diteruskan.
d)     Penyesuaian dengan substitusi (mencari pengganti)
Jika individu merasa gagal dalam menghadapi masalah, maka ia dapat memperoleh penyesuaian dengan jalan mencari pengganti. Misalnya gagal nonton film di gedung bioskop, dia pindah nonton TV
e) Penyesuaian diri dengan menggali kemampuan diri
Individu mencoba menggali kemampuan-kemampuan khusus dalam dirinya, dan kemudian dikembangkan sehingga dapat membantu penyesuaian diri. Misal seorang siswa yang mempunyai kesulitan dalam keuangan, berusaha mengembangkan kemampuannya dalam menulis (me-ngarang), dari usaha mengarang ia dapat membantu mengatasi kesulitan dalam keuangan.
e)      Penyesuaian dengan belajar
Individu melalui belajar akan banyak memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu menyesuaikan diri. Misal seorang guru akan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak belajar tentang berbagai pengetahuan keguruan.
f)       Penyesuaian dengan inhibisi dan pengendalian diri
Individu berusaha memilih tindakan mana yang harus dilakukan, dan tindakan mana yang tidak perlu dilakukan. Cara inilah yang disebut inhibisi. Selain itu, individu harus mampu mengendalikan dirinya dalam melakukan tindakannya.
g)      Penyesuaian dengan perencanaan yang cermat
Individu mengambil keputusan dengan pertimbangan yang cermat dari berbagai segi, antara lain segi untung dan ruginya.
2.         Penyesuain Diri yang Salah
Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, dapat mengakibatkan individu melakukan penyesuaian yang salah. Penyesuaian diri yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah, tidak terarah, emosional, sikap yang tidak realistik, agresif, dan sebagainya. Ada tiga bentuk reaksi dalam penyesuaian yang salah yaitu: (i) reaksi bertahan, (ii) reaksi menyerang, dan (iii) reaksi melarikan diri.
                                           I. Reaksi Bertahan (Defence Reaction)
Individu berusaha untuk mempertahankan dirinya, seolah-olah tidak menghadapi kegagalan. Ia selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak mengalami kegagalan. Bentuk khusus reaksi ini antara lain:
a.       Rasionalisasi yaitu bertahan dengan mencari-cari alas an (dalam) membenarkan tindakannya.
b.      Represi yaitu berusahan untuk menekan pengalamannya yang dirasakan kurang enak kea lam tidak sadar. Ia berusaha melupakan pengalamannya yang kurang menyenangkan. Misalnya seorang pemuda berusaha melupakan kegagalan cintanya dengan seorang gadis.
c.       Proyeksi yaitu melemparkan sebab kegagalan dirinya kepada pihak lain untuk mencari alas an yang dapat diterima. Misalnya sorang siswa yang tidak lulus mengatakan bahwa gurunya membenci dirinya.
d.      Sour Grapes yaitu dengan memutarbalikan kenyataan. Misalnya seorang siswa yang gagal mengetik mengatakan bahwa mesin ketiknya rusak, padahal dia sendiri tidak bisa mengetik.
                                                 II.                Reaksi Menyerang (Aggressive Reaction)
Orang yang mempunyai penyesuaian diri yang salah menunjukkan tingkah laku yang bersifat menyerang untuk menutupi kegagalannya. Ia tidak mau menyadari kegagalannya. Reaksi-reaksinya tampak dalam tingkah laku Selalu membenarkan diri sendiri, mau berkuasa dalam setiap situasi, mau memiliki segalanya, bersikap senang mengganggu orang lain, menggertak baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan, menunjukkan sikap permusuhan secara terbuka, menunjukkan sikap menyerang dan merusak, keras kepala dalam perbuatannya, bersikap balas dendam, memperkosa hak orang lain, tindakan yang serampangan dan marah secara sadis.
                                                   III.          Reaksi melarikan diri ( Escape Reaction )
Dalam reaksi ini orang mempunyai penyesuaian diri yang salah akan melarikan diri dari situasi yang menimbulkan kegagalan, reaksinya tampak dalam tingkah laku sebagai berikut: berfantasi yaitu memasukan keinginan yang tidak tercapai dalam bentuk angan-angan (seolah-olah sudah tercapai), banyak tidur, minum-minuman keras, bunuh diri, menjadi pecandu ganja, narkotika, dan regresi yaitu kembali kepada awal (misal orang dewasa yang bersikap dan berwatak saperti anak kecil) dan lain-lain.
Dapat disimpulkan bahwa ciri seseorang yang mampu menyesuaikan diri dengan baik apabila ia dapat memenuhi kebutuhannya dengan cara-cara yang wajar atau dapat diterima oleh lingkungan tanpa merugikan atau mengganggu orang lain mampu mengendalikan perasaan, sikap, pikiran dan perilaku secara wajar. Sedangkan orang yang memiliki penyesuaian diri yang salah orang yang memberikan reaksi bertahan, reaksi menyerang dan reaksi melarikan diri.

PENYESUAIAN DIRI


LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI
Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk mengatur kembali ritme hidup atau jadwal harian, supaya sesuai dengan norma-norma dan peraturan yang ada di masyarakat. Ciri seseorang yang mampu menyesuaikan diri dengan baik apabila ia dapat memenuhi kebutuhannya dengan cara-cara yang wajar atau dapat diterima oleh lingkungan tanpa merugikan atau mengganggu orang lain mampu mengendalikan perasaan, sikap, pikiran dan perilaku secara wajar. Sedangkan orang yang memiliki penyesuaian diri yang salah orang yang memberikan reaksi bertahan, reaksi menyerang dan reaksi melarikan diri.
            Penyesuaian diri merupakan hal penting dalam hidup siswa, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Lingkungan sekolah adalah tempat  yang paling banyak digunakan siswa berinteraksi, sehingga banyak pula penyesuaian diri dilakukan siswa di sekolah.  Dengan penyesuian diri, siswa akan dengan mudah memperoleh pemahaman dari guru pada saat pembelajaran.  Melalui penyesuaian diri yang baik pula siswa dapat mengembangkan pengetahuannya, yaitu belajar dari pengalamannya, maupun informasi yang mereka terima dari guru dan dari lingkungan sekitarnya.
Konseling kelompok merupakan tempat bersosialisasi dengan anggota kelompok dimana masing-masing anggota kelompok akan mamahami dirinya dengan baik. Berdasarkan pemahaman diri itu dia lebih rela menerima dirinya sendiri dan lebih terbuka terhadap aspek-aspek positif dalam kepribadiannya, selain itu dalam layanan konseling kelompok ketika dinamika kelompok sudah dapat tercipta dengan baik ikatan batin yang terjalin antar anggota kelompok akan lebih mempererat hubungan diantara mereka sehingga masing-masing individu akan merasa diterima dan dimengerti oleh orang lain, serta timbul penerimaan terhadap dirinya sendiri.
Pada bagian membina hubungan diperoleh data bahwa sebelum mendapatkan layanan konseling kelompok sebesar 74% dan setelah mendapatkan layananan konseling kelompok meningkat menjadi 79% dan pada bagian mengelola emosi diperoleh data bahwa sebelum mendapatkan layanan konseling kelompok sebesar 78% dan setelah mendapatkan layanan konseling kelompok meningkat menjadi 82%.
Konseling kelompok dianggap mampu meningkatkan penyesuian diri siswa karena di dalam konseling kelompok sangat berguna bagi remaja karena memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan, konflik dan merealisasikan bahwa mereka senang berbagi perhatian dalam kelompok. Konseling kelompok remaja mempunyai keunikan memberikan kesempatan untuk menjadi instrument bagi perkembangan pribadi orang lain, karena kesempatan untuk berinteraksi sangat membantu situasi kelompok sehinga para anggotannya dapat menyampaikan apa yang diinginkan dan dapat saling membantu dalam hal pengertian dan penerimaan diri.

Minggu, 22 Januari 2012

caRa meNingkatkan kosentrasi beLajar..



Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi belajar para pelajar dan mahasiswa :
1. Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas
Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pada saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi hal-hal yang harus dilakukan dan melaksanakannya agar tidak ada beban seperti cuci baju, bayar rekening listrik, mengembalikan dvd pinjaman ke teman, dan lain sebagainya.
2. Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan
Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan sukses jadi orang pandai, penghasilan besar, punya pacar cakep, dan lain-lain. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan. Bayangkan orang lain juga yang sayang kepada kita seperti ayah, ibu, adik, kakak, pacar, saudara, dan lain-lain akan ikut senang kalau kita jadi orang sukses. Sebaliknya kalau jadi orang bodoh maka kemungkinan untuk jadi orang susah semakin besar. Cari kerja sebagai office boy saja sulit apalagi mau kerja kantoran jadi eksekutif muda.
3. Jangan Terlalu Capek
Usahakan tidak membuat jadwal belajar dengan aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lain sebagainya. kalau sudah terlanjur capek maka belajar sebentar pun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu setelah bangun tidur langsung belajar yang serius.
4. Posisi Belajar Yang Pas
Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi sekolah atau kampus. Jangan belajar sambil menghibur diri yang mengganggu seperti sambil main video game, main komputer, nonton televisi, sambil baca komik, dan sebagainya.
5. Makanan dan Minuman Pendamping
Siapakan makanan dan minuman ringan yang biasa-biasa saja sekedar untuk isi perut dan menghilangkan haus saja. Contohnya seperti singkong rebus sama teh tawar. Ketika lapar dan haus mendera kita akan dengan mudah untuk melenyapkannya.
6. Tempat Yang Tenang Tanpa Pengganggu Konsentrasi Beajar
Hindari lokasi belajar yang berisik yang mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau kamu sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang. Tutup jendela dan pintu juga agar bila ada sesuatu yang lewat atau bergerak kita tidak terpancing untuk melihatnya.
7. Cari Tahu Metode Belajar Yang Tepat
Terkadang ada orang yang pelajaran bisa masuk ke otak jika sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil corat-coret kertas, dan lain-lain. Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak.
8. Strategi Menghapal Materi Pelajaran
Jika kamu punya kesulitan menghapal dan memahami pelajaran maka sebainya kamu membuat rangkuman pelajaran yang menurut kamu mudah dimengerti dan dapat dilihat dibaca-baca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga membuat hubungan gambar-gambar yang mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran untuk didengar kembali. Bisa pula membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yang telah dipelajari, dan lain-lain.
9. Istirahat / Break Jika Lelah
Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit seperti pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa terlupakan.
10. Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar

Buat apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu kalau belum punya pacar atau buat kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling mendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Setelah membuat komitmen maka kamu harus tidak mudah kangen, cemburu, dan sebagainya. Nanti kalau sudah sukses dan mapan maka akan ada banyak cewek atau cowok yang antri buat kamu.

cAra EfekTif meNingkatkan daYa InGat..


Apakah Anda bermasalah dengan daya ingat? Jika Anda mengalami masalah dengan daya ingat, maka saya akan memberikan solusi sederhana namun akan sangat bermanfaat bagi Anda semua. Daya ingat merupakan hal yang paling pokok sebagai modal kita menjalani hidup ini yang penuh dengan berbagai persoalan.

Berikut tips yang bisa Anda coba, diantaranya :

1. Jadikan Olahraga sebagai kebutuhan dan rutinitas harian Anda.
Kita mengetahui bahwa dengan olahraga yang teratur dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan membuat berbagai organ tubuh kita menjadi sehat. Dengan olahraga teratur, dapat memperlancar peredaran darah dan nutrisi ke otak, sehingga kemampuan kerja otak akan semakin maksimal.

2. Hendaknya Anda membiasakan diri dengan tidur yang cukup.
Kelelahan dan stress membuat kita menjadi mudah lupa dan membuat fungsi otak tidak maksimal sehingga akan menurunkan daya ingat. Banyak informasi yang seharusnya bisa kita simpan di otak, namun karena posisi kita dalam kelelahan dan stress, maka informasi yang seharusnya kita simpan akan hilang begitu saja. Sehingga Anda harus membiasakan diri dengan tidur yang cukup agar fungsi otak kembali normal.

3. Berhati-hatilah dengan Suplemen penambah daya ingat.
Saat ini banyak sekali suplemen penambah daya ingat yang beredar, namun apakah Anda yakin dengan semua promosi perusahaan-perusahaa pembuat supleman tersebut yang mengklaim dengan produk suplemennya dapat menambah daya ingat Anda? Dalam hal ini, para ilmuwan tidak secara bulat menegaskan tentang hal ini. Sehingga Anda harus mengkaji ulang dengan cara seperti ini, tentunya dengan berkinsultasi dengan dokter Anda.

4. Kendalikan rasa stress yang menyelimuti pikiran Anda.
Setiap orang memiliki tingkat stress yang berbeda. Dan Anda seharusnya dapat mengendalikan stress yang menghinggapi hidup Anda. Stress yang berlebihan, dapat mengganggu daya ingat Anda. Salah satu caranya dengan senantiasa menyikapi berbagai permasalahan yang masuk dalam hidup Anda. Hadapi ia dengan bijak, dan Anda akan terbebas dari stress yang mengganggu pikiran Anda. Sehingga daya ingat Anda tidak akan banyak terpengaruh oleh setiap permasalahan yang muncul.

5. Segera obati depresi Anda.
Jika Anda dalam keadaan depresi, putus asa dan gelisah, maka hal itu akan mempengaruhi daya ingat Anda. Sebaiknya Anda segera mengobati depresi itu dengan cara-cara yang menurut Anda terbaik atau bisa berkonsultasi dengan ahli psikologis.

6. Hendaknya Anda selalu mengawasi obat-obatan yang dikonsumsi.
Menurut keterangan beberapa dokter, ada beberapa jenis obat yang dapat menurunkan daya ingat Anda. Diantara obat-obatan tersebut adalah antidepressant, antihistamin dan berbagai jenis obat darah tinggi. Bila Anda memang sangat membutuhkan obat-obatan tersebut, hendaknya meminta saran dan resep dokter. Jangan lupa untuk menanyakan efek samping yang ditimbulkan dari obat-obatan tersebut.

7. Cobalah dengan melakukan permainan yang berhubungan dengan daya ingat.
Anda bisa mempartajam daya ingat Anda dengan melakukan beberapa permainan seperti catur, scrabble atau lainnya. Dengan permainan yang butuh konsentrasi penuh, akan membuat daya ingat Anda semakin terlatih dan tentunya akan mempertajam daya ingat Anda.

8. Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan mengasah kemampuan otak.
Jika Anda merasa daya ingat Anda semakin melemah, Anda dapat mempertajam kembali dengan cara membiasakan diri belajar. Dalam kegiatan belajar ini Anda bisa mengikuti perkuliahan, seminar, kursus bahasa, atau kegiatan belajar lainnya yang sifatnya mengasah otak Anda untuk mempertajam daya ingat Anda. Anda juga bisa melakukan dengan cara-cara sederhana seperti mengingat nomor telepon keluarga, teman atau nomor-nomor penting lainnya. Atau Anda juga bisa mengingat berbagai password yang Anda miliki.

9. Hendaknya Anda berusaha meningkatkan konsentrasi dan memfokuskan pikiran.
Cobalah Anda menyempatkan diri untuk memfokuskan pikiran Anda serta melatih konsentrasi Anda dalam kesendirian. Ingat kembali berbagai peristiwa hidup Anda, berbagai hal yang harus disiapkan baik di rumah, kantor atau sekolahan. Atau bisa juga dengan mengingat berbagai benda yang Anda simpan. Dengan seringnya melatih konsentrasi dan memfokuskan pikiran, tentunya hal ini akan kembali menyegarkan daya ingat Anda.

10. Tumbuhkan rasa optimis dalam diri Anda.
Optimis akan suatu perubahan sangat dibutuhkan dalam upaya mempertajam kembali daya ingat Anda. Dengan rasa optimis ini, akan membuka pikiran Anda untuk membuka ruang dan berusaha keras meningkatkan kembali daya ingat Anda yang lemah.

TeoRI AdLer....... :D

DeskRipSi tenTang peNgaRuh uRuT-uRuTan keLahIran beRikUt ini didaSarkan paDA teOri aNsbAcher dan AnsbAcher (1964), dReikurS(1953), dan Adler(1958) :
1. Anak suLung bIaSa'a meNdpatkan peRhaTian beSar dan sLama bBp saAt dIa meNjd aNak tn9gaL, dia sdkit dmanjakan sbg puSat peRhaTian. Dia cendRung uTk biSa d pRcya n pekerja keras n brusha untk bisa tetap d dEpan.
2. Anak keDua
daRi sat d LahIrkan, perhatian yg dterima sama2 d nkmati dg anak Lain. Biasa'a anak k2 i2 brlaku septi ia slalu brLmba adu cepat n slLu daLam kdaan kkwtan penuh. Anak k2 nIe sLah2 slLu dLam kancAh Lat untk sa Lbh cpat dR kakak'a. Anak k2 ini mengembngkn siasat untk mencAri kLmhan kakak'a untk slnjt'a maju n mendptkn pujian.
3. Anak d tengah
sering merasa terSingkirkan. Dia ad kemungknan merasa yakin tntng ktdakadilan h!dup ini n mrasa d curangi. Org ini bisa mengambiL skap kashan pd diri sndiri n bisa menjd pRbLem ch!Ld.
4. Anak bungsu
slLu menjd bwah hati keL n cndRng untk menjd anak yg pLng d manja. Ia memiLki peranan istmewa, krna smua swdra-swdra'a tLah mendhuLui'a. Anak bungsu cndrng untk mengmbngkn skap yg membwt'a septi yg lain akan membngun h!dup'a septi diri'a. Anak bngsu cndRng untk mengmbL jLan sndRi. Mrka seRng mengmbngkn cAra yg tdak trPkirkan oLeh keL'a..
5. Anak tung9aL
memiLki pRbLma'a sndRi. Dia memiliki bBp sfat anak sulung. Dia tdak blajar brbgai rasa atau bkrja sama dg anak2 Lain ttapi ia blajar brgaul dg bAik dg oRg dWsa.

GAYA BELAJAR...


APA GAYA BELAJAR MU........................????????????


Setiap individu tidak hanya belajar dengan kecepatan yang berbeda tetapi juga memproses informasi dengan cara yang berbeda. Cara memproses informasi yang diperoleh dikenal dengan istilah gaya belajar. Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality). Ketiga gaya belajar tersebut adalah gaya belajar Visual (belajar dengan cara melihat), Auditory (belajar dengan cara mendengar), dan Kinesthetic (belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh). Pada dasarnya setiap individu menggunakan semua indera dalam menyerap informasi. Untuk lebih mengetahui gaya belajar si anak bacalah ketiga gaya belajar di bawah ini.
A. Auditory Learner 
Auditory Learner adalah gaya belajar yang memanfaatkan kemampuan "pendengarannya" sebagai cara belajar yang disukainya (Auditory Learner). Beberapa ciri anak Auditory Learner antara lain: 
1. Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok atau kelas. 
2. Mengenal banyak sekali lagu/iklan TV, dan bahkan dapat menirukannya secara tepat dan komplit. 
3. Suka berbicara. 
4. Kurang suka tugas membaca (dan pada umumnya bukanlah pembaca yang baik). 
5. Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya. 
6. Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis. 
7. Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya, seperti: hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman yang baru, dsb. 

B. Visual Learner 
Visual Learner adalah gaya belajar yang lebih banyak memanfaatkan "penglihatan" Beberapa karakteristik Visual Learner adalah: 
1. Senantiasa melihat bibir guru yang sedang mengajar. 
2. Saat petunjuk untuk melakukan sesuatu diberikan, biasanya anak ini akan melihat teman-teman lainnya baru dia sendiri bertindak. 
3. Cenderung menggunakan gerakan tubuh (untuk mengekspresikan/ mengganti sebuah kata) saat mengungkapkan sesuatu. 
4. Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain. 
5. Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan. 
6. Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan. 
7. Biasanya anak semacam ini dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu. 

C. Kinesthetic / Tactile Learner 
Kinesthetic / Tactile Learner adalah seorang anak yang memanfaatkan "fisiknya" sebagai alat belajar yang optimal.
Beberapa karakteristiknya adalah: 
1. Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya. 
2. Sulit untuk berdiam diri. 
3. Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan. 
4. Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik. 
5. Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar. 
6. Mempelajari hal-hal yang abstrak (simbol matematika, peta, dsb) bagi anak ini adalah hal yang sangat sulit. 
7. Cenderung terlihat "agak tertinggal" dibanding teman sebayanya. Padahal hal ini disebabkan oleh tidak cocoknya gaya belajar anak dengan metode pengajaran yang selama ini lazim digunakan di sekolah.